Wujudkan Kemudahan Layanan Warga, Seorang Pemuda di Bintan Bangun Website Layanan RT

Ilustrasi pembuatan website. (Foto/sumber: Behnam Norouzi/unsplash.com)

inaranews.id,Bintan- Layanan Publik (Public Service) pada dasarnya tidak hanya sekedar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, setiap layanan yang diberikan harus dapat memberikan kemudahan, kecepatan, efektif dan efisien.

Selama ini kita lebih akrab dengan layanan publik berbasis digital hanya dilingkup lembaga pemerintahan seperti tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi atau tingkat yang lebih tinggi. Namun bagaimana dengan layanan digital bagi masyarakat ditingkat RT?

Seorang pemuda yang merupakan warga RT.002/RW.VIII kelurahan Sei Lekop kecamatan Bintan Timur kabupaten Bintan, menggagas layanan masyarakat berbasis digital (website) yang ditujukan bagi pengurus RT dan warga di wilayah tempat ia tinggal.

Kepada awak media, pemuda yang akrab disapa Dion ini menjelaskan, ide pembuatan website layanan RT tersebut muncul dilatarbelakangi oleh dirinya yang kerap mendapatkan keluhan dari warga maupun perangkat RT yang sering alami kesulitan saat ingin mendapatkan/memberikan layanan kepada warga.

“Kami sering itu mendengar warga mengeluh susah kalau mau ngurus ini itu. Dan RT nya juga repot harus bolak balik kerumah saat warga butuh layanan. Nah RT kita inikan macam-macam latar belakang pekerjaannya, mereka juga punya kesibukan dan tanggungjawab sendiri. Setiap saat mereka dapat dibutuhkan warga, meski tidak ditetapkan gaji khusus sebagaimana perangkat desa/kelurahan, tapi mereka dituntut harus siap ngabdi 24 jam bagi warganya. Nah tanggungjawab yang tinggi ini menurut kami dapat dicover dengan adanya layanan warga berbasis digital atau website RT tersebut”. Ucap Dion pada, Sabtu (07/03/2026).

“Selain itu,  RT ini status dan kedudukannya kan juga bukan seperti pejabat pemerintahan yang memiliki kantor khusus atau staf. Mereka hanya mitra pemerintah dalam urusan administrasi warga. Setiap ada layanan warga, para RT harus ngurus sendiri dan bekerja sendiri. Terkadang seorang RT harus izin dari tempat kerjanya atau pulang jauh kerumah saat lagi diluar hanya untuk memberikan fotocopy surat keterangan tidak mampu, surat domisili dll” lanjut Dion.

Lebih jauh, Dion menjelaskan website RT yang ia bangun sudah memperoleh izin dari perangkat RT dan akan direncanakan launching dalam waktu dekat ini.

“Sebenarnya website ini sudah kami bangun sekitar 2 tahun lalu. Karna ada beberapa kendala waktu itu, tahun ini kami targetkan website sudah siap digunakan oleh warga. Kami juga sudah mendapat izin dari ketua RT dan perangkatnya. Nantinya website ini akan disosialisasikan dan uji coba terlebih dahulu kepada warga sebelum siap diluncurkan. Insyaallah dalam sosialisasi itu kita akan hadirkan beberapa pihak seperti dari kelurahan, bhabinkamtibmas, RW, bahkan rencananya kami hadirkan dari pihak akademisi untuk memudahkan kami dalam memberikan pemahaman dan meyakinkan warga”. Jelasnya.

Dion berharap website ini nantinya dapat diterima, dijalankan dan memberikan manfaat bagi warga RT.002/RW.VIII Sei Lekop.

“Menurut kami transformasi digital juga harus sampai ditingkat layanan RT. Mungkin sebagian warga akan kaget dan kesulitan dalam menggunakan layanan digital RT ini diawal, namun kami pikir kita semua hanya membutuhkan waktu untuk penyesuaian diri, sebagaimana pula kita saat ini dapat menggunakan layanan digital ditingkat kelurahan/desa, kecamatan dan sebagainya”. Ujarnya.

Kendati demikian, Dion menyampaikan bahwa website layanan RT tidak sepenuhnya akan diberlakukan utuh bagi seluruh warga. Hal ini mengingat masih ada sebagain warga yang tidak menggunakan android.

“Kita akan terus evaluasi. Untuk tahap perdana ini harus kami akui bahwa website ini tidaklah secanggih website profesional pemerintahan, karena beberapa keterbatasan seperti keahlian/keterampilan kami dibidang teknologi informasi, selain itu masih dikelola secara swadaya dan tanpa adanya anggaran khusus. Website ini juga nantinya tidak sepenuhnya kita berlakukan untuk sapu rata seluruh warga, karna masih ada warga yang tidak menggunakan android/cakap teknologi. Setidaknya dengan adanya website ini, sekian persen kendala dapat kita selesaikan. Sejauh ini kami sangat yakin, dengan adanya website tersebut layanan RT terhadap kebutuhan warga akan lebih mudah dan efektif kedepannya” tutupnya. (Redaksi)