Denyut Pariwisata Kepri: Wisman Mengalir, Hotel Menunggu Lebih Lama Tinggal

Suasana wisatawan yang berkunjung dan menikmati pantai di kepri.(Diskominfo Kepri)

Inaranews.id,Tanjungpinang-Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan denyut optimisme sektor pariwisatanya di awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Februari 2026 mencapai 169.151 kunjungan, meningkat 6,83 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 158.338 kunjungan.

Lebih menggembirakan lagi, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka ini melonjak signifikan sebesar 34,57 persen. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau telah mencapai 327.489 kunjungan, atau tumbuh 17,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sebagai pintu gerbang utama wisata internasional di wilayah barat Indonesia, Batam masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa kunjungan mencapai lebih dari 77 persen. Disusul Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Namun,daerah lain mulai menunjukkan daya tariknya sendiri—sebuah sinyal positif bagi pemerataan pariwisata di wilayah kepulauan ini.

Tak bisa dimungkiri, kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia masih menjadi faktor utama. Wisatawan asal Singapura mendominasi hampir 40 persen dari total kunjungan, diikuti Malaysia dan Tiongkok. Namun, geliat baru juga tampak dari negara-negara seperti India dan Myanmar yang mencatatkan lonjakan signifikan .

Fenomena ini mengisyaratkan bahwa pasar wisata Kepri mulai lebih beragam, tidak lagi bergantung pada satu atau dua negara saja.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan bahwa tren ini menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata Kepri yang semakin kompetitif di tingkat regional.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kepri semakin dipercaya sebagai destinasi unggulan wisata internasional. Kita akan terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas destinasi, serta memperbanyak event berskala internasional,” ujarnya.

Namun demikian, dinamika sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 44,20 persen, sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 46,03 persen. Meski demikian, angka ini masih lebih baik dibandingkan Februari 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus mendorong kualitas kunjungan, bukan sekadar kuantitas.

“Kami tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga lama tinggal dan belanja wisatawan. Ini yang akan berdampak langsung pada ekonomi daerah,” jelasnya.

Rata-rata lama menginap wisatawan pada Februari 2026 tercatat 1,76 malam, dengan wisatawan mancanegara sedikit lebih lama dibandingkan wisatawan domestik.

Dengan tren pertumbuhan yang kuat di awal tahun ini, Kepulauan Riau optimistis dapat mempertahankan momentum dan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi utama wisata internasional di Indonesia.(redaksi)

 

Tag: